Halo Sobat ! | Members area : Register | Sign in
About me | SiteMap | Arsip | Terms of Use | Dcma Disclaimer
Read more: http://yuliabloggerindonesia.blogspot.com/2012/10/cara-membuat-judul-berjalan-bergantian.html#ixzz2a2ga6oDr
Free Music Online
Free Music Online

free music at divine-music.info
ardan 46. Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Laman

video balap Dx-2

Loading...

Translate

Arsip Blog

cara kerja sistem pengapian CDI......

Kamis, 24 Januari 2013

CDI

Capacitor Discharge Ignition (CDI)
merupakan sistem pengapian elektronik yang sangat populer
digunakan pada sepeda motor
saat ini. Sistem pengapian CDI terbukti lebih menguntungkan dan lebih baik
dibanding sistem pengapian konven-sional
(menggunakan platina). Dengan
sistem CDI, tegangan pengapian
yang dihasilkan lebih besar (sekitar 40 KV) dan stabil sehingga proses
pembakaran campuran bensin dan udara bisa berpeluang makin sempurna
Dengan demikian, terjadinya endapan karbon
pada busi juga bisa dihindari. Selain itu, dengan sistem CDI tidak memerlukan penyetelan seperti penyetelan pada platina. Peran platina telah digantikan oleh oleh thyristor sebagai saklar elektronik dan pulser coil atau “pick-up coil” (koil pulsa generator) yang dipasang dekat flywheel generator atau rotor alternator (kadang-kadang pulser coil menyatu sebagai bagian dari komponen dalam piringan stator, kadang-kadang dipasang secara terpisah).
Secara umum beberapa kelebihan sistem pengapian CDI dibandingkan dengan sistem pengapian konvensional adalah antara lain :
1. Tidak memerlukan penyetelan saat pengapian, karena saat pengapian terjadi secara otomatis
yang diatur secara
elektronik.
2. Lebih stabil, karena tidak ada loncatan bunga api seperti yang terjadi pada breaker point (platina) sistem pengapian konvensional.
3. Mesin mudah distart, karena tidak tergantung pada kondisi platina.
4. Unit CDI dikemas dalam kotak plastik yang dicetak sehingga tahan terhadap air dan
goncangan.

5. Pemeliharaan lebih mudah, karena kemungkinan aus pada titik kontak platina tidak ada.

Cara Kerja Sistem Pengapian CDI


Pada saat magnet permanen (dalam flywheel
magnet) berputar, maka akan dihasilkan arus listrik AC dalam bentuk induksi listrik dari source coil seperti terlihat pada gambar disamping. Arus ini akan diterima oleh CDI unit dengan tegangan sebesar 100 sampai 400 volt. Arus tersebut selanjutnya dirubah menjadi arus setengah gelombang (menjadi arus searah) oleh diode, kemudian disimpan dalam kondensor (kapasitor) dalam CDI unit. Kapasitor tersebut tidak akan melepas arus yang disimpan sebelum SCR (thyristor) bekerja. Pada saat terjadinya pengapian, pulsa generator akan menghasilkan arus sinyal. Arus sinyal ini akan disalurkan ke gerbang (gate) SCR. Dengan adanya trigger (pemicu) dari gate tersebut, kemudian SCR akan aktif (on) dan menyalurkan arus listrik dari anoda
(A) ke katoda (K).
Dengan berfungsinya SCR tersebut, menyebabkan kapasitor melepaskan arus (discharge) dengan cepat. Kemudian arus mengalir ke kumparan primer (primary coil) koil pengapian untuk menghasilkan tegangan sebesar 100 sampai 400 volt sebagai tegangan induksi sendiri. Akibat induksi diri dari kumparan primer tersebut, kemudian terjadi induksi dalam kumparan sekunder dengan tegangan sebesar 15 KV sampai 20 KV. Tegangan tinggi tersebut
selanjutnya mengalir ke busi dalam bentuk loncatan bunga api
yang akan membakar campuran bensin dan udara dalam ruang bakar. Terjadinya tegangan tinggi pada koil pengapian adalah saat koil pulsa dilewati oleh magnet, ini berarti waktu pengapian (Ignition Timing) ditentukan oleh penetapan posisi koil pulsa, sehingga sistem pengapian CDI tidak memerlukan penyetelan
waktu pengapian seperti pada sistem pengapian
konvensional. Pemajuan saat pengapian terjadi secara otomatis yaitu saat pengapian dimajukan bersama dengan bertambahnya tegangan koil pulsa akibat kecepatan putaran motor. Selain itu SCR pada sistem pengapian CDI bekerja
lebih cepat dari contact breaker (platina) dan kapasitor
melakukan pengosongan arus (discharge) sangat cepat, sehingga kumparan sekunder koil pengapian teriduksi dengan
cepat dan menghasilkan tegangan yang cukup tinggi untuk
memercikan bunga api pada busi.


SISTEM PENGAPIAN BATERAI

21.11.09

Sistem pengapian (Ignition system) pada automobil berfungsi untuk menaikkan tegangan baterai menjadi 10 KV atau lebih dengan menggunakan ignition coil di mana tegangan tersebut dibagikan ke tiap busi oleh distributor. Konstruksi sistem pengapian konvensial terdiri atas:
1. Baterai
Baterai menyediakan arus listrik tegangan
rendah (12 V).
2. Ignition coil berfungsi untuk menaikkan tegangan yang diterima dari baterai menjadi tegangan tinggi yang diperlukan untuk pengapian.
3. Distributor terdiri dari atas cam (nok), membuka breaker point (platina) pada sudut crankshaft poros engkol yang tepat untuk masing-masing silinder.
*Breakerpoint (platina)
Memutuskan arus listrik yang mengalir melalui kumparan primer dari ignition coil untuk menghasilkan arus listrik tegangan tinggi pada kumparan sekunder dengan jalan induksi magnetik listrik.
* Capasitor atau kondensor
Menyerap loncatan bunga api yang terjadi antara breaker point pada saat membuka dengan tujuan untuk menaikkan tegangan coil sekunder.
* Centrifugal governor advancer
Memajukan saat pengapian sesuai dengan putaran mesin.
*Vacuum advancer
Memajukan saat pengapian sesuai dengan putaran mesin.
*Rotor
Membagikan arus listrik tegangan tinggi yang dihasilkan oleh ignition coil ke tiap-tiap busi.
*Distributor Cap
Membagikan arus listrik tegangan tinggi dari rotor ke kabel tegangan tinggi dari ignition coil ke busi.
4. Kabel tegangan tinggi(high tension cord)
Mengalirkan ar
us listrik tegangan tinggi dari ignition coil ke busi.
5. Mengeluarkan arus listrik tegangan tinggi menjadi loncatan bunga melalui elektrodanya.

SISTEM PENGAPIAN MAGNET

24.11.09

Sistem pengapian ini adalah salah satu sistem pada motor bakar yang penting untuk diperhatikan. Sistem penyalaan ini erat hubungannya dengan tenaga (daya) yang dibangkitkan oleh suatu mesin. Apabila sistem ini tidak bekerja dengan baik dan tepat, maka hal ini dapat mengganggu kelancaran pembakaran dengan bahan bakar dan udara di dalam selinder, sehingga tenaga yang dihasilkan oleh mesin berkurang. Pada sistem baterai, supply arus listrik berasal dari baterai, sedangkan pada sistem magnet arus listrik berasal dari generator AC.

new CDI REXtor pro drag

Rabu, 23 Januari 2013

CDI Rextor Pro Drag Baru



Rextor, salah satu produsen CDI racing Indonesia terus melakukan perubahan produknya. Salah satunya seri Pro Drag yang jadi favorit untuk road race meski awalnya dibikin untuk drag tapi karena mampu menghasilkan energi pembakaran yang besar hingga menyebar ke tuner road race.

Generasi terbaru Pro Drag kini tampil baru dengan casing plastik (versi sebelumnya dengan aluminium) dan ukuran lebih ringkas. "Tak hanya lebih kecil hingga memudahkan pemasangan tapi juga fitur pengesetan kurva pengapian kini per 250 rpm, jadi lebih presisi lagi dibanding generasi sebelumnya yang per 500 rpm," kata Novel, petinggi produsen CDI dari Batam, Riau.

Harga jualnya tak beda dengan yang lama dan banyak dipakai oleh tim papan atas seperti Yamaha Trijaya, Yamaha Yonk Jaya dan kini Honda Oei Racing.

kohar satria fu 150

Selasa, 22 Januari 2013

 ♠ Berikut adalah tips pertama untuk korek harian
   untuk satria fu kamu                                                                                                                                      ya main jet naikin 2-3 step. Misalnya dari 115 jadi                                                                                     130 (karena mainjet paling efektif untuk 3/4 - full                                                                               throttle alias gas dibuka pol)adalah untuk top speed.
Kalo pilot jet ga ngaruh untuk top speed tapi untuk
start awal, pilot jet untuk 0 - 1/4 throttle..tapi kalo
mo agak enak ya bisa naikin 1-2step, misal 12,5 jadi
15 atao 17,5..jangan terlalu besar nanti boros dan
karburator bisa mengembun karena bensin banyak
tapi udara cuma seadanya.
nah sisanya 1/4 - 3/4 throttle (hitung dari putaran
grip di setang) naikin klip jarum skepnya 1-2 tingkat.
kalo bisa filter udara dibuka dan diganti pake after
market kaya K&N ato yang produk cina (yang
filternya diolesi oli) supaya angin lebih banyak
masuk tapi debu tetep terperangkap di filter.
tapi air screw diset lg.( putar air screw, searah
jarum jam sampai mentok, lalu putar lg ke kiri
sampai dapat rpm tertinggi, lalu baru atur gasnya
turunin jd 1400 rpm),biasanya dapat 1 - 1 1/2 putaran
counter clockwise,berarti pilot jetnya pas…
Nah kalo karburatornya kan Mikuni BS 26-187 (dia.
26 mm) kalo mo diganti Keihin PE 28 (dia. 28 mm)
juga bisa dan harus di re-jetting lg (ganti pilot jet,
mainjet dan atur posisi clip jarum skep yang paling
cocok). tapi pake standardnya jg udah enak ko...
trus untuk mekaniknya, gear (sprocket) belakang
kurangi 2 atau 1 mata, mis dari 43 menjadi 41 atau
42 mata..atau gear depan ditambah 1 mata..
Tarikan jd sedikit kurang tapi top speed akan
bertambah..
Kalo kompresi satria udah cukup tinggi 10,2 : 1 , jd
emang mesti pake pertamax 92..kalo mau naikin
kompresi lg sih terserah.. tp bensin oktannya mesti
pake yang tinggi (mis. pertamax plus 95), kalo ngga
nanti mesin bisa knocking alias ngelitik..kalo dibiarin
yaa mesinnya kasian dan jd cepet rusak
komponennya, piston, ring piston dll..
♠ berikut tips kedua untuk korek harian satria fu:
PUTARAN BAWAH MBREBET
Gejala mbrebet di putaran mesin (rpm) bawah
banyak dirasakan penyemplak Satria F150. Bahkan
selepas pelintir gas terkadang disertai letupan di
moncong knalpot. Hasil penyelidikan ADI, mekanik
Kondang, Krian Sidoarjo, menemukan indikasi
minimnya suplai bensin. Sebab, ukuran pilot jet 12,5
terlalu kecil melayani mesin gambot berkapasitas
150 cc.
"Pernah saya praktikkan mengganti ukuran 15
sampai 17,5. Keluhan brebet beberapa konsumen
bisa teratasi. Lalu setelan angin sedikit dibuka. Bila
standarnya setengah putaran ditambah menjadi
satu putaran," ujar Adi.
Nah, karena putaran atas tidak bermasalah ukuran
main jet biarkan standar. Tetapi buat menambah
power atasnya silakan dinaikkan satu step. Yaitu
dari 110 menjadi 115.
Selain mbrebet, karburator model vakum Satria F150
dikeluhkan kurang responsif. Gas dipelintir
mendadak tarikan motor justru tercekik. "Satu-
satunya solusi hanya dengan mengganti karbu.
Pilihannya Mikuni 26 (Yamaha RX-King), Keihin 26
(Honda NSR 150R) atau Keihin 28 (Honda NSR
150SP)," tambah mekanik ceking ini.
Apabila memilih pemasok dari NSR SP gunakan pilot
jet 38 dan main jet 120. Berbeda jika pakai karbu
RX-King. Putaran bawah minta spuyer 22,5 dan
atasnya 150. Bahan bakar sebaiknya tetap
menggunakan Pertamax. Bila ganti Premium muncul
gejala ngelitik.
CDI LIMITER
Bagi yang doyan kebut-kebutan dijamin kecewa
dengan CDI Satria F150. Pada 11.000 rpm, putaran
mesin tercekik karena otak pengapiannya
dilengkapi limiter. Mengatasinya langsung ganti
dengan CDI tanpa pembatas rpm (unlimiter).
Pilihannya cukup banyak mulai produk lokal hingga
impor.
Paling murah buatan Cibinong (CDI BRT) dibanderol
Rp 550 ribu. Atau otak pengapian Thailand seperti
LEK dan TDR Racing. Bahkan keluaran Jepang merek
Shindengan juga tersedia. Harga bervariasi mulai Rp.
1,1 juta sampai Rp. 1,7 juta.
Keluhan lainnya, CDI rawan hilang. Letaknya di
kolong cover bodi bisa diraba dengan tangan. Maling
dengan mudah menggapainya. "CDI konsumen saya
ada yang nyaris hilang. Posisinya sudah terlepas dari
dudukannya. Mencegahnya bisa diikat dengan cable
ties ke rangka," saran Adi.
♠ Langkah ketiga tips untuk satria kamu tapi tips ini
agak mengeluarkan kocek yang agak lumayan tapi
sebanding dengan peningkatan performanya:
2.Suara mesin cek..cek..cek..(yah kira2 begitu deh
suaranya) pada saat dingin dan setelah mesin panas
suaranya hilang. Itu tanda dari baut penonjok
tensioner haus atau pernya sudah lemah. Resikonya
rantai keteng loncat dan pastinya klep nonjok ke
piston, dan hancur smile)
Solusinya : Ganti baru dengan harga yg cukup
mahal 100rb lebih, atau bisa diakali dengan beli
punya Suzuki smash kira2 50rb trus tambah daging
ke tukang bubut. dipasang lg hasilnya setelah 2 thn
gak ada masalah sampai sekarang. Tambahan : Bisa
Juga dengan membuat drat baru di tensioner luar
dan diganti dengan baut yang panjang untuk
nonjok sampai ke dalam, jadi itungannya kita
tinggal mengencangkan baut secara manual apabila
suara rantai keteng kita sudah mulai brisik.
3.Suara rantai dan gir klotok - klotok.
Solusinya : Bisa dari girnya sudah haus minta diganti
yg baru atau tanda stelan rantai terlalu keras, so..
tinggal distel ulang jangan terlalu kendor jangan
terlalu keras yang sedang2 saja dirasa pake jari
ketegangan rantainya.
4.Pasang karbu Keihin PE 28mm ( Karbu SP)
Solusinya : Ganti kabel gas dan disesuaikan
panjangnya bisa juga pakai originalnya tapi harus
dipotong dan di solder ujungnya agar pas. Jangan
pakai spuyer aslinya ganti disesuaikan dengan
kondisi motor, semisal bisa pakai pj/mj 17,5/120 atau
17,5/115 (kondisi standar). Herannya malah jauh lebih
hemat bensinnya, logikanya kita buka gas sedikit
saja sudah ngacir. Trus diusahakan untuk mencopot
kran bensin vakum ganti dengan kran bensin
manual bisa pakai punya kitaco atau merk lainnya,
untuk mencegah kalau2 sampe banjir bisa langsung
ditutup aliran bensinnya dan bisa mempercepat
aliran bensin ke karbu.
5.Meningkatkan Performa Step - Stepnya :
- Ganti Pilot Jet dan Main Jet (kalo bisa original
karena ukurannya pas)
- Ganti Karburator bisa SP PE28(Recomended),
Punya Ninja, RX-King (Recomended), PWM 28
Vacuum kalo gak salah, dll, tergantung minat dan
kantong smile.
- Ganti knalpot berikut silincernya, bisa pake model
freeflow seperti Endurance stainless(recomended for
circuit use) atau carbon(recomended for street only),
Yoshimura Titan, DBS.
- Ganti CDI non limiter bisa pakai Lek Step 1 kisaran
1jt, Lek Step 2 kisaran 1,7jt, Shindengen kisaran
800rb, Shindengen E8 kisaran 1,8jt, Mr. Ya kisaran
4jt, BRT kisaran 650 - 900rb, XP kisaran 700rb,
Rextor kisaran 800rb.
- Ganti Koil racing bisa pakai Blue Thunder kisaran
125rb, Nology Hotwire kisaran 1,5jt, YZ 250 kisaran
750rb.
- Porting Polish Headnya biaya kisaran 100rb 1
lobang.
- Paking head ke blok yang besi di copot 2 karena
dia ada 3 lapis bisa meningkatkan akselerasi dan
kompresi naik.
- Tutup lobang katalis dgn membuat paking dr besi
atau besi babet sesuai dengan bentuknya.Dan
lobang di bawahnya ditutup dengan baut topi
ukuran 8 dengan drat 10. atau bisa di tap dan
disumpel baut 10.
- Ganti gir depan dan belakang sesuai dengan
setingan motor.
- Ganti ban kecil depan belakang (not recomended) ,
resiko kalo hujan daya cengkram ban ke aspal
sedikit, dan kalo belok kecepatan tinggi resiko traksi
hilang dari aspal.(Recomended) ban ukuran dpn
80/90/17, blkng 90/90/17, cari soft compound.
- Lampu kurang terang bisa ganti dengan bohlam
Halogen apa saja atau bisa pakai Philips 35/35/12w,
atau mungkin bisa pake HID khusus motor.
- Klakson kurang kencang bisa ganti yg stereo
(double) dengan ditambahkan relay mobil, harga
bisa bervariatif.
- Piston bore up bisa pakai scorpio dengan
crankcase di bubut juga, FXR atau bisa pakai ukuran
lain, Yang pasti cc naik dan akselerasi tambah
yahud. Biaya dr 900rb - ?? tergantung minat. Resiko
semakin besar cc dibawa hariannya makin tidak
enak gak bisa pelan, karena stroke naik dari
standarnya.
- Camshaft dibubut sesuai dengan settingan yang
diinginkan.
- Ganti per kopling.
- Ganti per Klep (Not Recomended) karena banyak
yg kejadian patah dan membuat klep bengkok atau
bisa patah, makan biaya lagi tuh..
- Naikkan derajat pengapian(Not Recomended)
resiko cam menghajar klep.
- Suara Rem blakang serasa membawa tikus di ban
nyit nyit nyit, tanda kanvas rem kotor, buka dan
bersihkan dan diamplas sedikit atau stelan rantai kiri
dan kanan di arm tidak pas. Coba untuk menyetel
ulang.
- Bensin pakai pertamax plus, bisa menambah
performa dan menghemat karena pembakaran
lumayan sempurna. Atau pakai pertamax,
diusahakan jangan sering mengganti2 bahan bakar
karena menyebabkan kerak di ruang pembakaran.
- Oli pakai yang semi sintetic jangan yang terlalu
encer seperti 5w/40. Minimal 10w/40.

satria fu libas ninja rr...

Drag bike.......



selamat pagi sobat setia ardan
smile
… Suzuki satria FU 150cc memang terlahir sebagai
motor fenomenal, yups..motor ayam jago yang
memiliki power 16 hp, DOHC, 6 speed sangat digemari
oleh anak muda
tak heran sampai sekarang motor ini menjadi tulang
punggung suzuki Indonesia.
Ogut pun sudah memilih motor ini untuk menemani aktifitas ogut,
biggrin
Nah..kembali pada judul artikel, ogut dapat tag-tagkan
foto suzuki satria FU vs kawasaki Ninja RR disentul sob.



arrowDAN INI SPEK FU'nya
- Camshaft standard re-dial
- Porting polished
- Karbu Keihin PE28, Open Filter
- Gas Spontan
- CDI Cheetah Power 380V
-DOHC 4 valve, 190 cc
- Bore Scorpio
- Stroke Standard
- Koil Standard
- Busi Standard
- Knalpot CMS Titan
- Kampas Kopling RGR
- Perkopling standar, ganjel ring
- (R) Jari2 TK 1.60, (F)Palang standard
- Comet M1 60/80-17 (Front) – Mizzle Power Tread
2.25-17 (Rear)
- Stang pendek NSR 125
- Undertail


Time 201meter: 9,4 detik at Mizzle Nite Drag, Harapan
Indah-Bekasi, 2010.



semoga berguna sob
maaf tulisanya semrawut

trik kohar satria fu ( bisa dilakukan di rumah )



selamat malem sobat mwb biggrin
Sejatinya Suzuki Satria F-150 dibekali kapasitas
mesin besar.
Tapi,sebagian anak bengkel merasa akselerasi dan top speed
masih bisa ditingkatin. Tanpa bore up atau stroke
up.
Cukup kohar atau korek harian tapi power naik
namun tetap irit bensin dan pastinya bisa kita kerjain sendiri,tanpa harus di bengkel.
Berikut triknya sob:
idea

arrowKnalpot Dibobok
Bagusnya memang menggunakan knalpot racing.
Namun banyak yang ogah karena suaranya berisik.
Apalagi dipakai keluar kota dalam jangka waktu
yang lama. Banyak yang merasa tidak nyaman.
Opsinya tetap menggunakan knalpot standar. Tapi,
dibuat agar tidak mengurangi performanya.

arrowPorting Polish
Langkah awal yaitu menerapkan korengan ringan.
Bahkan familiar yang sering dilakukan bengkel
jalanan. Yaitu dengan menghaluskan alur kulit jeruk
di lubang isap dan buang. Jangan, terlalu banyak
mengikisnya. Pakai ampelas juga bisa sob.

arrowDurasi Kem
Supaya power mesin lebih mantap,
sobat bisa atur buka-tutup klep dengan
meggunakan busur dan dial gauge. Durasi total kem
dibikin 240 dan 241 derajat.
Klep isap dibuat membuka 20 derajat sebelum TMA
(Titik Mati Atas) dan menutup 40 derajat setelah
TMB (Titik Mati Bawah). Sedangkan klep buang
membuka 41 derajat sebelum TMB dan menutup 20
derajat setelah TMA.

arrowRasio Kompresi Naik
Banyak yang kurang puas dengan akselerasi
standar. Cara paling mudah yaitu dengan
menaikkan rasio kompresi. Tidak puas dengan
melepas beberapa lembar paking, malah papas blok silinder bagian atasnya. Sekitar 0,5
mm
Namun berisiko kalau tidak diimbangi dengan
pemakaian bensin oktan tinggi. Misalnya di daerah
yang jarang dijumpai Pertamax atau Pertamax Plus,
berakibat bahaya.
Misalnya di trek panjang. Diisi
bensin Premium trus gas dipanteng terus. Mesin
berkitir tinggi cukup lama tapi bensinnya oktan
rendah, berdasarkan pengalaman dari orang mudik,
banyak yang bolong sehernnya,Kecuali jika
treknya pendek-pendek, jangan panteng gas. Masih
aman,

arrowCelah Klep
Tidak hanya harus main dial kem. Celah klep juga
harus dibuat optimum. Di Suzuki Satria F-150 tidak
bisa disetel dengan cara manual. Celah klep diatur
oleh tebalnya sim. Bukan SIM singkatan dari Surat
Izin Mengemudi, sim atau pengganjal ini seperti pil.
Sim dipasang di retainer atau ring pemegang per
dengan klepnya. Supaya klep lebih sempit harus
menggunakan sim yang tebal. Ketebalan sim ini ada
beberapa pilihan. Tergantung setelan klep yang
dimau.
Menggunakan filler gauge, kerenggangan klep
paling pas memakai komposisi 0,2 mm untuk katup
isap dan 0,15 untuk klep buangnya. Untuk mencapai
ukuran yang pas seperti ini harus dilakukan
beberapa kali pemilihan sim. (mezhum.heck.in)

nah itu tadi sedikit trik kohar satria fu dari ogut sob
idea
semoga bermanfaat

langkah 2 maksimalkan lari satria fu

Jumat, 11 Januari 2013

♠ Berikut adalah tips pertama untuk korek harian untuk satria fu kamu:



ya main jet naikin 2-3 step. Misalnya dari 115 jadi 130 (karena mainjet paling efektif untuk 3/4 - full throttle alias gas dibuka pol)adalah untuk top speed. Kalo pilot jet ga ngaruh untuk top speed tapi untuk start awal, pilot jet untuk 0 - 1/4 throttle..tapi kalo mo agak enak ya bisa naikin 1-2step, misal 12,5 jadi 15 atao 17,5..jangan terlalu besar nanti boros dan karburator bisa mengembun karena bensin banyak tapi udara cuma seadanya.

nah sisanya 1/4 - 3/4 throttle (hitung dari putaran grip di setang) naikin klip jarum skepnya 1-2 tingkat.

kalo bisa filter udara dibuka dan diganti pake after market kaya K&N ato yang produk cina (yang filternya diolesi oli) supaya angin lebih banyak masuk tapi debu tetep terperangkap di filter.

tapi air screw diset lg.( putar air screw, searah jarum jam sampai mentok, lalu putar lg ke kiri sampai dapat rpm tertinggi, lalu baru atur gasnya turunin jd 1400 rpm),biasanya dapat 1 - 1 1/2 putaran counter clockwise,berarti pilot jetnya pas…

Nah kalo karburatornya kan Mikuni BS 26-187 (dia. 26 mm) kalo mo diganti Keihin PE 28 (dia. 28 mm) juga bisa dan harus di re-jetting lg (ganti pilot jet, mainjet dan atur posisi clip jarum skep yang paling cocok). tapi pake standardnya jg udah enak ko...

trus untuk mekaniknya, gear (sprocket) belakang kurangi 2 atau 1 mata, mis dari 43 menjadi 41 atau 42 mata..atau gear depan ditambah 1 mata..

Tarikan jd sedikit kurang tapi top speed akan bertambah..

Kalo kompresi satria udah cukup tinggi 10,2 : 1 , jd emang mesti pake pertamax 92..kalo mau naikin kompresi lg sih terserah.. tp bensin oktannya mesti pake yang tinggi (mis. pertamax plus 95), kalo ngga nanti mesin bisa knocking alias ngelitik..kalo dibiarin yaa mesinnya kasian dan jd cepet rusak komponennya, piston, ring piston dll..





♠ berikut tips kedua untuk korek harian satria fu:



PUTARAN BAWAH MBREBET

Gejala mbrebet di putaran mesin (rpm) bawah banyak dirasakan penyemplak Satria F150. Bahkan selepas pelintir gas terkadang disertai letupan di moncong knalpot. Hasil penyelidikan ADI, mekanik Kondang, Krian Sidoarjo, menemukan indikasi minimnya suplai bensin. Sebab, ukuran pilot jet 12,5 terlalu kecil melayani mesin gambot berkapasitas 150 cc.



"Pernah saya praktikkan mengganti ukuran 15 sampai 17,5. Keluhan brebet beberapa konsumen bisa teratasi. Lalu setelan angin sedikit dibuka. Bila standarnya setengah putaran ditambah menjadi satu putaran," ujar Adi.



Nah, karena putaran atas tidak bermasalah ukuran main jet biarkan standar. Tetapi buat menambah power atasnya silakan dinaikkan satu step. Yaitu dari 110 menjadi 115.



Selain mbrebet, karburator model vakum Satria F150 dikeluhkan kurang responsif. Gas dipelintir mendadak tarikan motor justru tercekik. "Satu-satunya solusi hanya dengan mengganti karbu. Pilihannya Mikuni 26 (Yamaha RX-King), Keihin 26 (Honda NSR 150R) atau Keihin 28 (Honda NSR 150SP)," tambah mekanik ceking ini.



Apabila memilih pemasok dari NSR SP gunakan pilot jet 38 dan main jet 120. Berbeda jika pakai karbu RX-King. Putaran bawah minta spuyer 22,5 dan atasnya 150. Bahan bakar sebaiknya tetap menggunakan Pertamax. Bila ganti Premium muncul gejala ngelitik.



CDI LIMITER

Bagi yang doyan kebut-kebutan dijamin kecewa dengan CDI Satria F150. Pada 11.000 rpm, putaran mesin tercekik karena otak pengapiannya dilengkapi limiter. Mengatasinya langsung ganti dengan CDI tanpa pembatas rpm (unlimiter). Pilihannya cukup banyak mulai produk lokal hingga impor.



Paling murah buatan Cibinong (CDI BRT) dibanderol Rp 550 ribu. Atau otak pengapian Thailand seperti LEK dan TDR Racing. Bahkan keluaran Jepang merek Shindengan juga tersedia. Harga bervariasi mulai Rp. 1,1 juta sampai Rp. 1,7 juta.



Keluhan lainnya, CDI rawan hilang. Letaknya di kolong cover bodi bisa diraba dengan tangan. Maling dengan mudah menggapainya. "CDI konsumen saya ada yang nyaris hilang. Posisinya sudah terlepas dari dudukannya. Mencegahnya bisa diikat dengan cable ties ke rangka," saran Adi.





♠ Langkah ketiga tips untuk satria kamu tapi tips ini agak mengeluarkan kocek yang agak lumayan tapi sebanding dengan peningkatan performanya:



2.Suara mesin cek..cek..cek..(yah kira2 begitu deh suaranya) pada saat dingin dan setelah mesin panas suaranya hilang. Itu tanda dari baut penonjok tensioner haus atau pernya sudah lemah. Resikonya rantai keteng loncat dan pastinya klep nonjok ke piston, dan hancur :))

Solusinya : Ganti baru dengan harga yg cukup mahal 100rb lebih, atau bisa diakali dengan beli punya Suzuki smash kira2 50rb trus tambah daging ke tukang bubut. dipasang lg hasilnya setelah 2 thn gak ada masalah sampai sekarang. Tambahan : Bisa Juga dengan membuat drat baru di tensioner luar dan diganti dengan baut yang panjang untuk nonjok sampai ke dalam, jadi itungannya kita tinggal mengencangkan baut secara manual apabila suara rantai keteng kita sudah mulai brisik.



3.Suara rantai dan gir klotok - klotok.

Solusinya : Bisa dari girnya sudah haus minta diganti yg baru atau tanda stelan rantai terlalu keras, so.. tinggal distel ulang jangan terlalu kendor jangan terlalu keras yang sedang2 saja dirasa pake jari ketegangan rantainya.



4.Pasang karbu Keihin PE 28mm ( Karbu SP)

Solusinya : Ganti kabel gas dan disesuaikan panjangnya bisa juga pakai originalnya tapi harus dipotong dan di solder ujungnya agar pas. Jangan pakai spuyer aslinya ganti disesuaikan dengan kondisi motor, semisal bisa pakai pj/mj 17,5/120 atau 17,5/115 (kondisi standar). Herannya malah jauh lebih hemat bensinnya, logikanya kita buka gas sedikit saja sudah ngacir. Trus diusahakan untuk mencopot kran bensin vakum ganti dengan kran bensin manual bisa pakai punya kitaco atau merk lainnya, untuk mencegah kalau2 sampe banjir bisa langsung ditutup aliran bensinnya dan bisa mempercepat aliran bensin ke karbu.



5.Meningkatkan Performa Step - Stepnya :

- Ganti Pilot Jet dan Main Jet (kalo bisa original karena ukurannya pas)

- Ganti Karburator bisa SP PE28(Recomended), Punya Ninja, RX-King (Recomended), PWM 28 Vacuum kalo gak salah, dll, tergantung minat dan kantong :).

- Ganti knalpot berikut silincernya, bisa pake model freeflow seperti Endurance stainless(recomended for circuit use) atau carbon(recomended for street only), Yoshimura Titan, DBS.

- Ganti CDI non limiter bisa pakai Lek Step 1 kisaran 1jt, Lek Step 2 kisaran 1,7jt, Shindengen kisaran 800rb, Shindengen E8 kisaran 1,8jt, Mr. Ya kisaran 4jt, BRT kisaran 650 - 900rb, XP kisaran 700rb, Rextor kisaran 800rb.

- Ganti Koil racing bisa pakai Blue Thunder kisaran 125rb, Nology Hotwire kisaran 1,5jt, YZ 250 kisaran 750rb.

- Porting Polish Headnya biaya kisaran 100rb 1 lobang.

- Paking head ke blok yang besi di copot 2 karena dia ada 3 lapis bisa meningkatkan akselerasi dan kompresi naik.

- Tutup lobang katalis dgn membuat paking dr besi atau besi babet sesuai dengan bentuknya.Dan lobang di bawahnya ditutup dengan baut topi ukuran 8 dengan drat 10. atau bisa di tap dan disumpel baut 10.

- Ganti gir depan dan belakang sesuai dengan setingan motor.

- Ganti ban kecil depan belakang (not recomended) , resiko kalo hujan daya cengkram ban ke aspal sedikit, dan kalo belok kecepatan tinggi resiko traksi hilang dari aspal.(Recomended) ban ukuran dpn 80/90/17, blkng 90/90/17, cari soft compound.

- Lampu kurang terang bisa ganti dengan bohlam Halogen apa saja atau bisa pakai Philips 35/35/12w, atau mungkin bisa pake HID khusus motor.

- Klakson kurang kencang bisa ganti yg stereo(double) dengan ditambahkan relay mobil, harga bisa bervariatif.

- Piston bore up bisa pakai scorpio dengan crankcase di bubut juga, FXR atau bisa pakai ukuran lain, Yang pasti cc naik dan akselerasi tambah yahud. Biaya dr 900rb - ?? tergantung minat. Resiko semakin besar cc dibawa hariannya makin tidak enak gak bisa pelan, karena stroke naik dari standarnya.

- Camshaft dibubut sesuai dengan settingan yang diinginkan.

- Ganti per kopling.

- Ganti per Klep (Not Recomended) karena banyak yg kejadian patah dan membuat klep bengkok atau bisa patah, makan biaya lagi tuh..

- Naikkan derajat pengapian(Not Recomended) resiko cam menghajar klep.

- Suara Rem blakang serasa membawa tikus di ban nyit nyit nyit, tanda kanvas rem kotor, buka dan bersihkan dan diamplas sedikit atau stelan rantai kiri dan kanan di arm tidak pas. Coba untuk menyetel ulang.

- Bensin pakai pertamax plus, bisa menambah performa dan menghemat karena pembakaran lumayan sempurna. Atau pakai pertamax, diusahakan jangan sering mengganti2 bahan bakar karena menyebabkan kerak di ruang pembakaran.

- Oli pakai yang semi sintetic jangan yang terlalu encer seperti 5w/40. Minimal 10w/40.

tips modif mesin satria f balap

Kamis, 10 Januari 2013

tips modif mesin satria fu balap.......gazzzzz


Berikut ini bocoran seting balap liar buat pemilik suzuki satria fu150 dari hku racing motorsport. Banyak yang bilang di dunia persilatan balap liar yang keras, kapasitas mesin mesti jadi semrawut alias gila-gilaan.
Mesin Suzuki Satria yang berkapasitas 150cc hasil dari perkawinan piston diameter 62mm dan stroke 48,8mm dengan perbandingan kompresi 10,4 ini harus kita rombak spesifikasi-nya jika anda memang berniat menjadi raja jalanan.
Selanjutnya kita akan merubah spek mesin menjadi stroke 61,8mm hasil dari stroke standar yang dinaikkan langkahnya 6,5mm dan piston 65mm merek hispeed yang sudah ada coakan klep buat 4klep.
Kalo dihitung kapasitas mesin nya menjadi :
V = 0,785 x 65 x 65 x 61,8 = 204,9cc
kapasitas segini sudah bisa buat turun drag resmi di kelas bebek 4tak sampai dengan 200cc Mantaff…!!!
jangan lupa stroke yang naik 6,5mm ini membutuhkan paking blok bawah aluminium setebal 4,5mm. Kemudian piston di buat dome dengan ketinggian 1mm saja lalu pangkas head sebanyak 0,5mm.
Ngomongin head pasti ngomongin klep juga… Langsung aja hajar klep standar (23-19) dengan klep ukuran 25 intake dan 21 exhaust.
Kemudian jangan lupa juga noken as di modif sehingga memiliki lift 7,8mm dengan durasi 280 intake dan 276 exhaust. Langkah berikutnya, masih seputaran head, jangan lupa porting in dan ex menjadi lingkaran, kan standar nya oval… Porting dengan diameter saluran intake 28mm dan exhaust 27mm.
Untuk pegas klep pakai standar saja karena masih cukup kuat koq. Masalah penyaluran tenaga alias kopling dan per kopling, bisa diganti dengan produk racing.. Pasti oke..
Pastikan juga magnet terkena bubut melingkar 1,5mm biar enteng dan menunjang akselerasi nantinya. Berikut masalah karburator. Disini cukup pake karbu NSR SP berdiameter 28mm, jangan besar2 karbu nya, ntar susah cari lawan… Hheheheeeehhee… ;)
Setting pilot jet 42 dan mainjet 125. Putaran angin 1,5putaran. Lalu untuk urusan pengapian, serahkan saja pada cdi rextor – boleh yang adjustable atau yang programable – setting dari 15 derajad sampe 38 derajad di rpm 9000. Limiter dipatok di rpm 14000 saja sedangkan untuk gigi rasio alias transmisi pake standar saja gak masalah
Terakhir… dan ini yang paling penting di modif balap liar ini… Kalo sudah selesai menjalankan langkah-langkah modifikasi suzuki satria fu150 diatas, maka sekarang adalah waktunya cari duit dan Tetaplah sehat biar bisa kebut-kebutan tiap hari… Hehehehe… :D



Head racing satria F150
Fokus tetap pada modifikasi sektor otak tenaga motor 4 ketuk, yaitu pada desain kepala silinder, noken as, konfigurasi katup, jalur pemasukan dan pembuangan bahan-bakar, serta perbandingan kompresi. Katub standard yang berdimensi 22 milimeter pada inlet dan 19 milimeter pada outlet, pastinya langsung kita lengserkan, lha wong MX aja biasanya pake katub Satria F bahkan spec 2010 mengadopsi katub yang lebih besar lagi, masak satria F pake katub standardnya, lha nanti kalau ditengah jalan disalip MX dikiranya Sulapan, trus setengah percaya ga percaya hehehehhe :D
dial cam satria F
dialing cam satria F150
Sebenarnya apa kurang besar sih katub standard FU? Untuk desain motor standard itu sudah lebih dari cukup. Dengan dimensi piston berdiameter 62mm, katub inlet fu yang berdiameter 22mm itu kalau di konversi menjadi single valve aslinya sudah sebesar 31mm. HAH?! Gede banget..?! Ga percaya? mari kita hitung, luasan area tiap katub Fu senilai 380 mm persegi, didapat dari perkalian konstatanta Phi dengan kuadran jari-jari katub. Hasil itu dikalikan jumlah katub yang sebanyak 2 biji, didapat 760 mm persegi. Nah luasan ini akan kita pakai untuk mencari diameter katub jika Fu itu memaki single valve saja, maka 760 dibagi konstanta 3,1416, hasilnya kemudian di akar kuadrat untuk mencari jari-jari katub bayangan. Ketemu hasil akhirnya = 15,55mm itu jari-jari katubnya. Nah kalau diameternya berarti ya 31mm toh. Bandingkan dengan tiger yang memiliki piston 63.5mm dengan katub inlet 31.5, fu memiliki bore to valve ratio lebih besar dibanding tiger. Tapi itu kan untuk ukuran standard…

Suzuki satria F 150
Kalau modifikasi ya langsung saja benamkan klep 24/21mm ke kepala silinder Satria F, untuk mengimbangi silinder yang dijejali piston SCORPIO. Ukuran itu sudah cukup pas seperti bawaan Scorpio yang berdiameter klep inlet 34mm. Torsi lebih besar, disokong dari kapastitas torak silinder yang membeludak 8mm. Nafas mesin disokong dari dimensi katub lebih besar, alhasil bisa dibentuk ulang geometri porting yang lebih luas.

Bore UP Suzuki Satria
Ditambah angkatan noken as setinggi hampir 8milimeter. Untuk mendesain noken as satria F150 ini, kita pun meriset alat bubut noken as yang baru, selain buka-buka lagi buku noken as, ngerpek hehehehe… Alat yang baru  dengan fitur pengunci durasi, memaksimalkan kepresisian kinerja cam, sehingga antar 1 lobe cam dengan lobe yang lain dapat ketemu titik phasing yang sama serta profil cam serupa. Dengan adanya pengunci durasi ini kita jadi lebih mudah membikin kem, tinggal tetapkan patokan yang dimau, nyalain mesin kem, tinggal merem juga jadi deh hehehehehe…

Belajar tiada henti...

Mesin bubut cam terbaru, lebih stabil, lebih presisi
Venturi karburator agar dapat mensupplay nafas tenaga mesin minimum 28 milimeter dengan sistem bukaan skep langsung bereaksi terhadap kabel gas, tidak seperti karburator bawaan motor yang lemot… heheheheh ga sporty banget.
Kemudian bagaimana mensiasati bentuk porting satria F150 yang cenderung oval? Jangan pusing, lha wong porting Bajaj pulsar yang bentuk kotak aja kita bisa pecahkan solusinya, apalagi ini… yeekkkk guaya… langsung ditimpuk sandal dah kalok belagu :D
Pada jaman dahulu kala, saat berguru di padepokan silat, sang suhu racing mengajarkan ilmu konversi geometri oval ke dalam bentuk bulat. yaitu panjang +  tinggi, dikali 50 %. Waktu itu saya ga percaya eh disuruh nyopot karburator motor jupiter saya, disuruh ngukurin, trus suruh bongkar n bersihin karburator sekalian, lalu ukur diameter tabung skep jupiter, eh lah kok sama dengan rumusnya… nemu nang di wong iki rumus koyo ngene, apes deh kena dikerjain suruh bersih2 karburator gara2 ga percaya wkwkwkkw :D Ya sementara ini pake rumus itu dulu sampai nanti saya temukan rumus yang lebih presisi pake sin cos tangen , kalok makin rumit kan kayaknya lebih keren gitu hehehehe…

Porting head satria F150
Akhirnya dengan patokan itu, mas wawan langsung saya komando untuk melebarkan porting satira f sepanjang 30 milimeter dengan tinggi sebesar 26 milimeter. Didapat hasil konversi porting sebesar 28 milimeter, ya cukupan lah untuk mengatur gas speed dan velocity satria F yang rendah karena langkah nya pendek. kalau portingnya kebesaran justru bisa-bisa motor jadi boyo n ngos-ngos an… Gawat tuh.
Sama halnya  dalam porting exhaust suzuki satria 120 R, kalau exhaust port ketinggian, durasi terlalu besar, rasio kompresi dinamis rendah otomatis motor loyo, kecuali squish pada silinder head dipadatkan dan minta bahan-bakar oktan tinggi baru mau, ya tapi kan ga cocok kalau buat harian…

Satria 120 R
Eh kok jadi bahasin 2 tak ya ehehhehe… tapi seru juga kok modif suzuki satria 2 tak, jadi inget masa SMA dengan desain knalpot 3V3, plus dibenamkan piston dari motor sport RGR 150cc… karburator SP 28mm, biuuuhhhhhh… ngeri! Tapi menyangkut masalah knalpot suzuki 2 tak ini, dari dulu, jika tukang knalpot ente mau berkata jujur, pasti bilang susah menemukan setelan yang pas, apalagi jika basic korekan mengandalkan knalpot standard meski silincer sudah dibenami pipa 20 milimeter. Namun dengan perhitungan yang ada, paling tidak kita bisa membuat desain yang ideal untuk karakter mesin tertentu. Tinggal ketelatenan mekanik lah yang menentukan hasil akhir setingan.
Blok satria 120 R
Tuning Blok Suzuki Satria

Kalau ini porting untuk karburator gede :D
Lanjut ke satria baja hitam kita, selesai desain mesin, kita cari aksesoris pelengkap pembangkit tenaga, otak pengapian kita percayakan REXTOR untuk menyelaraskan kurva dengan laptop. Kemudian gas buang kita belanjakan dari produk CMS, lekukan dan dimensi pipanya menarik hati, meski 20 lembaran uang merah harus dikorbankan pemilik motor untuk meminang knalpot istimewa ini. PERFECTO DE ITALIANO :) Keren modis gaul dan bisa dibuat balap… ya Satria F150

Donkrak top speed suzuki satria f 150

Senin, 07 Januari 2013


Satria F   hay bro kenalkan nama saya ARDAN nilumayan kalian para pegila kecepata khususnya yang punya satria fu dapet rahasia untuk meningkat kan top speed motor satria fu loe semua   silahkan membaca                                                                                                                                            Motor Satria F loe dah kenceng……, atau masih gak puas dengan tenaga motor standar Satria F yang lumayan memiliki tenaga, gue akan membocorkan rahasia gak penting nih,, ke kalian semua two wheels rider…
Mendongkrak power Suzuki Satria F bisa dilakukan dengan Bertahap atau yang lebih ngetrennya Step By Step, dengan cara paling mudah sampai yang paling sulit. Bagi kalian semua yang masih pemula dan ingin menambah power sebaiknya bisa dimulai dengan membeli knalpot dulu, dan dalam memilih knalpot loe semua harus teliti menurut para pakar, knalpot yang baik adalah knalpot yang terbuat dari bahan steinless steel.
Nih…. Report dari hasil dari Dyno Test Satria F dengan Berbagai Knalpot < Motor Plus >
  • Pada Kondisi Standar Satria F dapat menyemburkan tenaga 11,62 dk pada 9.000 rpm, Pada torsi 9,8 nm pada 7.300 rpm
  • Selanjutnya dengan penggantian Knalpot dengan merek Pico tanpa setting, sanggup memuntahkan tenaga 12,86 dk pada 10.100 rpm, artinya kenaikannya 1,24 <lumayan>
Jadi dengan Knalpot, bisa menaikkan tenaga walaupun naik sekitar 1-2 dk-an.

Tapi yang masih penasaran tenaga Satria F nya lebih tinggi lagi nih… gue kasih bocorannya, yaitu pakai cara Dopping Tambahan. Caranya memperbesar pemasukan campuran bensin-udara yang masuk silinder. bisa pasang karbu gede, kem durasi lama dan lift tinggi. Karburator standar menggunakan sistem vakum. Suplai bensin kurang reponsif lantaran menunggu kevakuman dari mesin. Ukuran venturi juga hanya 26 mm. Pilot Jet 12,5 dan main jet 110.
Mau Pakai Karburator Gede, gini caranya… Pake Karburator Keihin PE 28, biar lebih reponsif.. setting dengan Pilot jet 42 dan main jet 120, selanjutnya bawa kebengkel suruh mekaniknya yang urus… gue gak tau lagi caranya he..he..SEMOGA SATRIA FU KALIAN MAKIN KEWENCENNNNNG............
member DX2 (kutue loncat)

korek harian satria fu 150

Sabtu, 05 Januari 2013



  HAY BRO   disini saya akan menerangkan salah satu cara atau tips untuk meningkatkan performa satria fu kali agar larinya kencang dan gak ada yang nandingin larinya 100% terbukti dan sudah diuji oleh bengkel drag......di indonesia


  berikut ini langkah-langkah yang bisa temen2 lakuin buat naikin performa motor satria FU kalian, pengin kan motor kamu lbh agresif dijalanan…
Nih Ak kasih tips dan trik sederhana….


1. Langkah pertama yg paling gampang, ganti Pilot jet dengan ukuran 17.5, bisa pake punya shogun lama.



2. Lepas paking kepala silinder, pake 1 lapis aja yang tengah, langkah ini berarti naikin rasio kompresi dari standarnya 10,2 menjadi sekitar 11,4. Klo mau naikin kompresinya lebih tinggi lagi, paking blok bawah bisa dilepas dan ga usah pake paking, cukup pake lem paking aja (yang atas tetep pake 1 paking), trik ini dah dicoba mekanik jogja dan terbukti piston gak tabrakan dengan klep ataupun ada kebocoran oli.

3. Porting lubang in & out. Lubang in dan out masing-masing di gedein diameternya 1 mm, hilangkan kulit jeruknya tapi jangaan terlalu halus.


4. Ganti karbu (berarti langkah nomor 1 ga perlu), saran pake punya RX King (karena murah, dan cocok dan bisa langsung pasang ke intake manifold dan filter udara standar), spuyer bisa coba PJ 20 MJ 150, setelan udara 1,5 putaran berlawanan arah jarum jam (plis note tiap motor bisa beda2), posisi klip jarum skep di ulir nomor 2 dari atas. Alternatif lain bisa juga pake punya NSR SP yakni Keihin PE 28. Klo ganti karbu, sebaiknya juga pasang keran bensin model kompresor buat gantiin aslinya yang model vakum…biar aliran bensin lancar…



5. Majuin gigi TOP 1 mata, ini berarti majuin waktu buka tutup katub masuk dan buang. Kalo mau lebih advance lagi setingannya adalah klep masuknya dimajuin 1 mata trus buangnya dimundurin 1 mata…istilah teknisnya buat nyempitin LSA-nya (Lobe Separation Angle…buat optimalkan proses pembilasan di putaran tinggi, hasilnya juga mantap tapi kerenggangan klep harus dibikin lebih sempit (jadi in 0,07 mm dan out 0,1 mm) dari ukuran standarnya dengan cara mainin tebal shim-nya.

6. Lepas saringan udara (klo dah ganti karbu), yang dilepas hanya elemen saringan udaranya aja…itu tuh yang ada ada kertas saringanya. Sedangkan boknya masih terpasang dan tersambung ke karbu . Kalo masih tetap mau andalkan karbu standar maka saringan satndar masih dapat dipakai/dipasang tapi kertasnya di lubangi dibeberapa tempat, guntingin aja, palingan 3 lubang ukuran 0,5 x 4 cm (panjang x tinggi).

7. Potong kabel koil 2 cm (=ngurangin resistensi kabel sekitar 10%), Ingat masang kabelnya lagi harus bener2 kuat.


8. Ganti pake busi Iridium, hasilnya lumayan. Klo mau tetep pake busi standar juga gapapa, cuman atur lagi celahnya jadi 0,9 – 1 mm



9. Oli pake yang khusus motor (merek apa aja yang penting asli), trus pake yang 10/40.

10. Ganti knalpot free flow, agar tenaga makin kuat & g terasa tersumbat. Klo perlu gamti pelk model jari-jari, tujuanya agar beban motor berkurang alias motor lebih ringan.

11. Posisi as roda pada penyetel kekencengan rantai diusahakan pada posisi sedepan mungkin, klo perlu potong 2 mata rantainya. Keuntungannya, jarak poros roda depan belakang makin pendek jadi motor lebih lincah bermanuver..khasiat lainnya buat mengurangi bunyi-bunyian dirantai karena rantai beradu dengan lengan ayun.

12. Per kopling di ganjel kurang lebih 1 mm, bisa pake potongan per kopling (bisa pake punya motor apa aja asal diameter sama), tapi mesti ditipisin pake gerinda dulu biar ga ketebelan. Trus di ujung kabel kopling yang di atas bak mesin, diujungnya dipakein per yang sering dipakai di rem teromol (harga 5 ribuan) untuk ngedorong tuas pengungkit kopling agar baliknya cepet. Hasilnya kopling jadi cepet baliknya dan motor langsung loncat begitu kopling dilepas….Kedua langkah ini bisa juga diganti dengan pasang per kopling racing, tapi awas, beberapa pemakai per kopling racing mengeluh motornya cuman enak 3 bulan, abis itu per jadi lembek dan kurang nendang lagi….per kopling standar terutama yang CBU kayanya lebih durable dan dengan diganjel, kekerasannya akan setara dengan per racing).
13. Pulser digeser 1 ampe 2 mili…untuk majuin timing pengapian biar motor lebih galak, tapi jangan terlalu banyak, cari posisi yang paling sesuai.

14. Khusus untuk temen2 didaerah yang ramai dalam artian trek lintasan pendek2 yang mengakibatkan ga bisa leluasa pol gas di gigi 5 ato 6 ( Ato buat yang suka drag pendek 201m ) maka disarankan ganti gir depan pake yang 13 mata (standarnya 14 mata) bisa pake punya yamaha crypton ato F1ZR, hasilnya motor lebih narik lagi ampe gigi 6 sekalipun. Langkah ini tidak mengurangi Top Speed secara signifikan (lagian kan disaranin buat drag pendek 201m jadi ga pernah sampe top speed..hehe) malahan justru bikin motor lebih cepat menggapai top speed/akselerasi motor jadi lebih cepat.

Selain langkah-langkah diatas, bisa juga ditambah dengan pemakaian part-part racing seperti CDI, koil, noken as, seher, dan part-part racing lainya…

suzuki vs Honda

Kamis, 03 Januari 2013

Satria FU dapat lawan DOHC nih….150cc Class…. Streetfire…….!!!

suzuki-satria-f150-2012-whiteCB150R Merah
Walau secara kelas beda dimana Satria adalah Underbone namun dari engine yang DOHC dan 150cc..(rentang harga juga gak terlalu beda jauh..) bisa jadi realitanya dijalanan beberapa rider akan “gatal” untuk mencoba keduanya di adu… dengan power selisih 1 PS (16 untuk FU dan 17 buat CB) namun FU lebih enteng dengan rasio berat dan power(PTWR)= 0,17… sedangkan CB= 0,13

Kalau untuk trek jauh dan kestabilan memang bobot yang berat lebih diuntungkan… kalau drag…  ya yang lebih ringan dan cungkring akan melesat……….. :mrgreen:
Kalau tidak salah ada yang pernah adu FU lawan CBR..dimana setelah jarak jauh FU bisa dilewati… namun dengan engine sama dan lebih ramping apakah akan unggul telak..?, disetiap putaran mesin baik jarak dekat ataupun jauh… well kalau benar akan ada sport kencang baru neh……….. :)
Warning: Semoga balap liar tidak marak dengan bertambahnya motor-motor dengan slogan kenjtang…….. :)

Mau tau nilai Rupiah dibanding powernya…???  Untuk Satria per 1 PS dihargai Rp 1,2 jt sedangkan CB150 per PS dihargai = Rp 1,3 jt…

ardan memang oke xfuera